[flashfiction] Do You Hate Me?

dyhm

flashfiction (361 words) | Genre: Angst

ENJOY!

Do You Hate Me? © seijurossi (@chantyolk)

 

Sebuah popularitas di kala remaja. Siapa yang tidak menginginkan itu?

Saat ini, dia sudah menjadi siswa terpopuler di sekolah. Semua orang mengagumi sosok tampan sekaligus pintarnya. Menjadi dirinya adalah harapan semua siswa. Tetapi tidak termasuk aku. Continue reading

Advertisements

[flashfiction] You Are…

Imageflashfiction (316 words) | Genre: Fluff

ENJOY!

You Are… © seijurossi (@chantyolk)

“I’m good looking, right?”

Minuman jeruk yang kupegang nyaris jatuh. Untung saja aku bisa mempertahankan minumanku, karena jika tidak, buku novel favoritku akan menjadi korbannya. Continue reading

[flashfiction] Cosmetic

1cosmeticsall1

flashfiction (468 words)

ENJOY!

Cosmetic © seijurossi (@chantyolk)

 

Kepalsuan.

Aku tidak bisa begini terus. Aku ingin berhenti. Tetapi aku bukannya tidak mau, aku hanya tidak bisa untuk berhenti.

Aku hanya takut. Takut jika seandainya semua ini terungkap, dia tidak akan bisa melihat diriku seperti yang dulu lagi. Walaupun bibirnya selalu mengucapkan hal yang menenangkanku, aku tahu pasti itu bukanlah yang dirasakan olehnya. Aku tahu itu. Sudah menjadi sifat dasarnya untuk tidak membuat orang lain khawatir.

Tetapi bagaimana menyudahi semua kepalsuan ini? Bagaimana menunjukan apa yang ada di balik topeng yang kubuat selama ini?

Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Kumohon seseorang tolong aku.

Continue reading

[flashfiction] You Found Me

flashfiction (460 words)

ENJOY!

You Found Me © seijurossi (@chantyolk)

—–ooo—–

Kira-kira sudah berapa menit aku bersembunyi? 10? Tidak. Kurasa lebih dari itu. Dan dengan waktu yang selama itu dia belum bisa menemukanku? Payah sekali! Kukira dia itu pandai dalam permainan ini, tapi ternyata tidak jauh berbeda dengan Yejin dan Junsu—dua pasangan yang selalu kalah setiap kali bermain denganku. Ah, begitu juga dengan Minsun, Yura, Gyuha, dan masih banyak lagi.

Atau aku yang terlalu pintar bersembunyi? Kebetulan aku menemukan sebuah lubang berukuran cukup besar yang berada di antara rumput-rumput tinggi. Karena badanku yang tergolong kecil, jadi dengan mudah aku bisa masuk ke dalam lubang itu. Kemudian lubang itu aku tutupi dengan rumput. Benar-benar tempat persembunyian yang sempurna. Jika tidak diperhatikan dengan saksama, tidak mungkin lubang ini terlihat oleh siapapun. Huh. Berarti memang benar aku yang terlalu pintar bersembunyi. Buktinya, selama ini tidak ada yang berhasil menemukanku bersembunyi. Continue reading

[flashfiction] The Answer

flashfiction (370 words)

ENJOY!

The Answer © seijurossi (@chantyolk)

—–ooo—–

“Kamu serius?”

Jantungku serasa berhenti berdetak. Dari rangkaian pertanyaan yang bisa saja ditanyakan olehnya, mengapa dia memilih mempertanyakan ini? Tidak cukupkah pernyataan jujurku yang penuh perjuangan ini baginya? Continue reading