WISH.SK!15 #2: First Day and Its Already Tiring For Me

bobby

Cast: Kim Bobby | Genre: AU, School-Life, Friendship

ENJOY!

WISH.SK!15 (Winner iKON Senior High School Kick! 2015) © seijurossi (@chantyolk)

#1: First Day and Its Already Tiring For Me

Seharusnya hari ini bisa menjadi hari yang indah. Setidaknya bagiku.

Tadi pagi aku baru saja menyelesaikan war zone game-ku dan aku berhasil mengalahkan temanku setelah hampir seminggu terus-menerus mengalami kekalahan. Aku bahkan sampai rela tidak pergi ke acara rutin Seunghoon-hyung di Gangnam. Yah, terserah lah Seunghoon-hyung mau mengomel seperti apa, kalau sudah berurusan dengan game memang segalanya akan kuabaikan. Lagipula, ada aku atau tidak pasti Seunghoon-hyung tetap ada banyak teman di sana. Dia kan rajanya jika sudah urusan pertemanan. Aku sebenarnya masih heran kenapa Seunghoon-hyung tetap bersikeras mengajakku dan Mino-hyung setiap saat padahal dia sendiri punya banyak teman yang bisa mem-backup aku dan Mino-hyung.

Ngomong-ngomong, mengapa aku jadi mengomel tentang Seunghoon-hyung?

Jadi masih melanjutkan yang tadi, hari ku bisa saja sangat indah kalau ini masih liburan sekolah.

Tetapi kenyataan selalu berkata lain. Dari berminggu-minggu mendapat jatah liburan, aku baru bisa memenangkan war-ku di saat besok sudah kembali ke sekolah. Ya, dikarenakan tahun ajaran baru ku di sekolah sebagai kelas dua sudah dimulai. Kembali lagi ke kehidupan belajar yang membosankan.

Tidak, bahkan lebih dari membosankan.

Aku benci harus kembali membuka buku-buku pelajaran itu dan mempelajari nya semata-mata hanya untuk mendapat nilai bagus. Ketika aku bilang benci, itu benar-benar yang sesungguhnya.

Aku benci belajar. Aku tidak yakin tahun kedua ini bisa kembali selamat. Sewaktu kelas satu saja aku sudah sangat parah sampai-sampai nyaris tidak naik kelas. Kalau saja Seungyoon-hyung—tetanggaku yang juga ketua OSIS di sekolah—tidak memohon-mohon pada wali kelasku, minta supaya aku diberi kesempatan untuk tes sekali lagi karena akan diajari privat olehnya, mungkin aku masih bertahan dengan garis satu di seragam ku. Thanks to Seungyoon-hyung aku bisa selamat di tahun pertama ku. Ha ha ha!

“Hei, Jiwonnie!” suara seseorang menyadarkanku dari lamunan. Aku menghentikan langkah  dan menoleh ke belakang. Sudah bisa menebak siapa yang memanggil.

Aku selalu mengenalkan diriku dengan nama Bobby. Walaupun nama asliku adalah Kim Jiwon tetapi aku lebih suka dipanggil Bobby. Dan meski aku sudah mengutarakan ketidaksukaanku pada nama asliku, tetap saja ada satu orang yang kian memanggil dengan nama asliku.

Aku menatap sesosok cewek berperawakan tinggi dan dengan rambut ikal yang selalu dikucir kuda. “Han Seri, aku sudah capek mengingatkanmu mengenai hal ini,” ujarku sembari menghela napas.

Ya, dia cewek satu-satunya yang selalu memanggilku seperti itu.

Han Seri, sudah menjadi teman sekelasku semenjak kelas satu. Cewek yang tidak bisa kuanggap cewek karena dia sangat tomboi. Suka membuat ulah dimana-mana (tentu saja bersamaku juga), dan dia sangat kuat karena sejak kecil sudah dibekali taekwondo! Kalau saja parasnya tidak cantik (aku sebenarnya benci mengakuinya, tetapi memang wajahnya di atas rata-rata) mungkin dia sudah tidak disukai.

Oh ya, selain itu dia juga anak akselerasi jadi dia setahun lebih muda dariku. Dengan kata lain Han Seri meskipun nakal dan menyebalkan, tetapi sialnya tetap pintar. Hal yang membuatnya semakin menyebalkan bagiku.

“Menyerah saja, Jiwon-ah. Aku tidak akan memanggilmu dengan Bobby seumur hidupku.”

“Tapi Bobby terdengar lebih keren untukku!”

Seri memutar mata. Aku tahu dia bosan dengan percakapan ini karena cekcok ini pasti terjadi setiap kali kita bertemu.

Seri yang tidak ingin melanjutkan percakapan rutin ini langsung mengalihkan pembicaraan. “Ngomong-ngomong aku punya berita penting.”

“Apaan?”

“Kita sekelas lagi~”

Aku menatap Seri tidak percaya. “Hah?! Jangan bercanda!” teriakku.

Seri mencibir pelan. “Memangnya aku terlihat bercanda? Lihat saja sendiri di papan pengumuman. Kita juga sekelas lagi dengan Jinhwan.”

Ya ampun. Bahkan Jinhwan juga?!

Bukan apa-apa, dulu di antara teman sekelasku ketika kelas satu, hanya Seri dan Jinhwan yang sering menjadi teman mainku. Kita selalu bermain—lebih tepatnya mungkin mengacau—bersama sampai-sampai wali kelasku dulu hampir menyerah dengan kita. Entah menjaili teman sekelas lain atau memalak ketika makan siang. Walaupun kenyataannya Seri lebih sering ‘memanfaatkan’ Jinhwan untuk melaksanakan ide-ide jailnya.

Dengan perpaduan seperti itu aku yakin kita bertiga tidak akan sekelas lagi. Tetapi ternyata justru sebaliknya?!

Aku tidak percaya bahwa kami masih diberi kesempatan untuk ‘mengacau’ lagi sebagai teman sekelas. Yah itu bukan sesuatu yang buruk juga sih.

“Tunggu,” aku memandangi Seri. “Aku baru sadar kamu datang pagi ke sekolah, tanda mau terjadi topan nih?” tanyaku. Wajar jika aku heran karena selama ini, Seri TIDAK pernah sekalipun datang pagi, dia selalu datang ketika guru sudah selesai mengabsen. Rekor terpaginya dia selama ini saja ketika bel masuk sudah berdentang. Memang cewek yang sangat fearless.

Seri mencibir kesal. “Aku terpaksa. Hari ini tetanggaku baru masuk SMA ini, jadi aku dipaksa oleh ibuku untuk menemaninya datang pagi,” jawab Seri malas.

Aku langsung teringat cerita Seri mengenai tetangga cowok sejak kecilnya. Meski sudah bertetangga sejak lama, hubungan mereka sangatlah awkward bahkan sampai detik ini.

“Oh, tetanggamu yang hobi pakai snapback itu? Dia akhirnya masuk SMA ini?”

Yea, dan ibuku menyuruhku untuk menjadi semacam pemandunya. Yang benar saja, ngobrol lebih dari 5 menit dengannya saja tidak pernah.”

Aku mengempat tawaku. Agak senang karena Seri mendapat masalah baru di sekolah.

Aku menepuk-nepuk pundaknya, yang langsung ditepis kesal olehnya. Ha ha ha. Ah, Seri tentu tahu kalau aku merupakan pilihan buruk jika dijadikan tempat curhat, karena aku tidak benar-benar peduli dengan masalah tiap orang.

Sudah menjadi sifatku seperti itu. Mau bagaimana lagi?

Seusai Seri pergi, kupikir aku bisa menghabiskan sisa hari pertama sekolah ini dengan bermain game lagi, tetapi semua tidak akan terjadi karena tidak lama Mino-hyung datang dan langsung curhat mengenai cinta pertamanya yang baru saja terjadi dengan anak kelas satu.

Ah, hari pertama yang melelahkan.

[Kim Bobby Point of View has ended]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s