[Oneshot] Dating Sucks?

Berdasarkan request dari IJaggys

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Han Cheonsa (OC) | Genre : Romance, Humor

“Lupakan sejenak tentang namja bernama Cho Kyuhyun itu. Pokoknya hari ini Cheonsa akan bersenang-senang bersama Donghae!”

ENJOY!

Dating Sucks? © seijurossi (@chantyolk)

“Cho Kyuhyun menyebalkaaaaaaan!!”

Han Cheonsa memukul-mukul bantal di kamarnya. Suasana hatinya saat ini sedang tidak karuan. Barusan Kyuhyun, pacarnya, menelponnya dan berkata bahwa kencan kedua mereka harus dibatalkan. Karena Kyuhyun tiba-tiba mempunyai urusan mendadak yang tidak bisa ditunda.

Cheonsa tentu saja sangat kesal. Dia sudah merencanakan kencan kedua mereka sejak lama. Kenapa? Karena sangat susah mengajak Kyuhyun untuk pergi. Kyuhyun itu orangnya maniak game, jadi begitu dia sudah berada di depan TV untuk bermain video game, dia bisa bertahan semalaman suntuk.

Aishh… kenapa aku bisa mempunyai namjachingu yang cuek seperti Kyuhyun..” Cheonsa hanya bisa menggerutu sebal. Padahal hari ini dia sudah mempersiapkan banyak hal, mulai dari pakaian, riasan, sepatu sampai jadwal kencan kedua mereka, karena kencan pertama Kyuhyun dan Cheonsa gagal total.

Sewaktu kencan pertama, mood Kyuhyun sedang tidak baik. Itu sebabnya kencan hanya berlangsung kurang dari setengah hari. Cheonsa sangat kesal waktu itu, makanya di kencan kedua ini dia berusaha untuk membuat jadwal kencan supaya Kyuhyun tidak seenaknya pulang duluan.

Sejak pertama masuk Universtas Kyuhee, Cheonsa sudah jatuh cinta dengan Kyuhyun karena kepintarannya akan matematika. Walaupun Kyuhyun itu termasuk pendiam dan tidak mempunyai banyak teman, tetapi justru itu yang membuat Cheonsa berfikir bahwa Kyuhyun ‘beda’ dari namja lainnya.

Tapi mana Cheonsa tahu kalau ternyata sifat Kyuhyun itu sangat cuek setelah berpacaran? Makanya ketika Kyuhyun setuju untuk diajak kencan, Cheonsa sangat senang sekali. Tetapi pada akhirnya Kyuhyun dengan mudahnya membatalkan kencan kedua mereka yang paling berharga. Padahal sudah lama Cheonsa ingin merasakan diperlakukan manis oleh pacarnya saat kencan, dan bukannya ditinggalkan begitu saja!

Cheonsa memandangi pantulan dirinya di cermin, “Aku ini kan cantik, bahkan semua namja yang kukenal saling berebut mencuri perhatianku. Tetapi kenapa Kyuhyun sama sekali tidak seperti mereka sih?!” Cheonsa memukul bantal tidurnya lagi. Wajar Cheonsa merasa marah, sudah sejak dulu Cheonsa dikagumi oleh banyak namja karena penampilannya yang memang nyaris sempurna dan karena Appanya yang pemilik Lotte World, taman hiburan terkenal di Korea.

Dengan dua hal yang dimiliki oleh Cheonsa, sudah jelas Cheonsa selalu menjadi incaran setiap namja, entah karena terpikat oleh kecantikannya atau hartanya. Semua namja seakan tidak pernah menyerah karena sikap Cheonsa yang seakan memberi harapan kepada setiap namja yang mengagumi dirinya. Tetapi Cheonsa sama sekali tidak berniat berpacaran dengan penggemarnya.

“Aku bosan…” keluh Cheonsa setelah puas memukul-mukul bantal tidurnya, “Aku ingin pergi jalan-jalan. Apa sebaiknya kutelpon salah satu namja? Tapi siapa…” tiba-tiba Cheonsa teringat akan sesuatu. Diraihnya ponsel miliknya lalu segera menekan deretan nomor yang sudah dihafalnya

Setelah beberapa detik menunggu, terdengar suara seorang namja yang mengangkat telepon, “Yobseyo?”

“Donghae-ya? Ini aku Cheonsa, kau masih ingat denganku?” sapa Cheonsa semangat.

Namja di seberang telepon yang bernama Donghae itu terdiam sejenak sebelum menjawab, “Ah, tentu saja aku masih ingat. Han Cheosa mantan teman sekelas sewaktu SMA kan?”

Cheonsa tersenyum lebar, “Ne! Apa kabar, Donghae-ya?”

“Aku baik-baik saja. Tumben kau menelponku Cheonsa-ah. Ada apa?”

Cheonsa langsung berkata to the point, “Aku bosan. Bisa temani aku jalan-jalan? Kutunggu kau di COEX Mall ya. Sekarang!”

KLIK. Cheonsa memutus sambungan teleponnya

Lupakan sejenak tentang namja bernama Cho Kyuhyun itu. Pokoknya hari ini Cheonsa akan bersenang-senang bersama Donghae!

Di waktu yang bersamaan, Donghae menjauhkan ponselnya dari telinganya sambil sedikit terkejut karena dia belum sempat menjawab ajakan Cheonsa. Diliriknya namja yang sedang duduk di depan TV kamarnya. Tangannya sedang sibuk memainkan game, “Dia bilang apa?” tanya namja itu tanpa menoleh sedikitpun ke arah Donghae

“Mengajakku pergi ke COEX Mall,” Donghae terkekeh pelan, “Persis seperti perkiraanmu, Kyuhyun-ah.” lanjutnya.

Kyuhyun mempause sejenak game yang dia mainkan, lalu menoleh ke arah Donghae, “Kau akan pergi kan?” tanyanya

Donghae tersenyum simpul, “Tentu saja. Bukankah ini yang kamu rencanakan?” setelah Donghae berkata seperti itu, Kyuhyun ikut menyunggingkan senyumnya, “Selamat bersenang-senang dengan yeoja manja seharian ini, Donghae-ah.”

Lee Donghae tertawa keras, “Kalau kau masih menyebutnya yeoja manja, lantas kenapa kamu mau berpacaran dengannya?” tanya Donghae

No reason.” Jawab Kyuhyun, “Aku hanya ingin tahu rasanya berpacaran dengan yeoja idaman di kampusku, dan ternyata sama sekali tidak enak.” Lalu Kyuhyun memplay game yang sempat dipause sejenak

Donghae menatap Kyuhyun dengan pandangan menyelidik, “Memangnya dia berbuat apa? Bukankah menyenangkan mempunyai yeojachingu yang cantik sekaligus kaya sepertinya?”

Kyuhyun tersenyum kecil, “Kau akan tahu sendiri alasannya jika sudah selesai berkencan dengannya.”

Cheonsa tidak perlu berlama-lama mempersiapkan semuanya karena dia tinggal menggunakan semua hal yang dari awal ingin digunakan untuk berkencan dengan Kyuhyun. Cheonsa mengenakan dress putih bercorak bunga serta kalung pink muda. Rambutnya yang sudah digulung sebelumnya tinggal dirapikan sedikit. Sepatu Stiletto berwarna putih juga ikut dipakainya.

Cheonsa beranjak ke kaca riasnya, dipoles wajahnya oleh riasan natural. Cheonsa berpikir tidak perlu terlalu tebal menggunakan riasan, karena selain wajahnya yang sudah cantik, riasan yang berlebihan juga membuat kulitnya rawan terkena jerawat. Dan Cheonsa sangat benci akan hal itu.

Ahjusshi, antarkan aku ke COEX Mall sekarang juga.” perintah Cheonsa kepada seorang pria separuh baya begitu dia keluar dari pintu rumah. Pria separuh baya itu menangguk lalu membukakan pintu mobil untuk Cheonsa dan mereka langsung menuju COEX Mall.

Di tengah perjalanan, Cheonsa sudah tidak sabar bertemu dengan Donghae. Dulu Donghae adalah salah satu namja yang mengincar dirinya sewaktu SMA. Sebenarnya Cheonsa saat itu ingin menerima Donghae, tetapi tidak jadi karena Donghae sudah mempunyai pacar. Ternyata alasan Donghae beralih menyukai orang lain karena terlalu banyak yang mengincar Cheonsa. Hal itu yang sempat membuat Cheonsa tidak tertarik berpacaran dengan salah satu penggemarnya, makanya dia memilih Kyuhyun.

Sewaktu Cheonsa sampai di depan COEX Mall, dia langsung menelpon Donghae lagi.

“Donghae-ya. Eodisoyo? Aku sudah ada di depan COEX Mall.”

“Kau tetap di tempatmu, aku akan menghampirimu sebentar lagi. Aku sudah melihatmu dari jauh.”

Benar saja, tidak lama kemudian sesosok namja menghampiri Donghae, “Hei, lama menunggu?” tanya Donghae. Dia berpakaian sangat kasual. hanya kaos putih dilengkapi dengan jaket berwarna hitam serta celana jeans berwarna senada.

Cheonsa sedikit terkejut melihat penampilan Donghae sekarang. Karena sekarang Donghae sudah lebih tinggi daripada Cheonsa. Cheonsa masih ingat betul dulu waktu SMA, tinggi Donghae setara dengan Cheonsa.

Selain tingginya, Cheonsa juga mengakui bahwa Donghae semakin tampan. Mungkin kalau seandainya dia tidak mempunyai Kyuhyun, Cheonsa akan langsung memacari Donghae. For sure

“Tidak kok. Aku juga baru sampai di sini.” Cheonsa mencoba menebarkan senyumannya yang termanis ke arah Donghae. Flirting with someone else besides your boyfriend is okay, right?

Cheonsa memutuskan akan menjalankan jadwal kencannya—yang semula akan dilakukannya bersama Kyuhyun—bersama Donghae hari ini!

Cheonsa menarik tangan Donghae menuju ke dalam COEX Mall, “Ayo kita masuk!”

Jadwal kencan Cheonsa sudah dipersiapkan di dalam notes ponselnya dengan baik. Tinggal melaksanakannya saja.

Donghae POV

Aku dan Kyuhyun itu tetangga sejak kecil. Tetapi aku pindah ke apartemen begitu lulus SMA. Jadi jangan heran kalau aku sangat mengenal Kyuhyun sama seperti dia mengenalku.

Tetapi walau begitu kami sama sekali jarang bercerita dengan topik yeoja, karena aku tahu Kyuhyun itu lebih mencintai game daripada yeoja.

Maka dari itu aku sangat terkejut ketika Kyuhyun berkunjung ke apartemenku tadi malam dengan alasan : “Aku mau menghindari kencan dengan Cheonsa.”

Selain aku terkejut karena baru pertama kali ini Kyuhyun bisa berperilaku layaknya orang normal—berpacaran–juga karena Kyuhyun ternyata berpacaran dengan Han Cheonsa—yeoja yang sempat kusukai—sejak sebulan yang lalu. Well, kebetulan yang sangat kebetulan

Jadi akhirnya tadi malam kami berdua bercerita tentang topik yang sama sekali tidak pernah kami bayangkan akan dibicarakan sebelumnya. Aku bercerita tentang Cheonsa yang dulu adalah mantan teman sekelasku waktu SMA, ketertarikanku padanya, dan hal lainnya.

Walaupun aku tahu pasti dalam hati Kyuhyun terkejut dengan kebetulan ini, tetapi dia benar-benar tahu caranya memasang wajah tanpa ekspresi. Kalau saja aku bukan tetangganya sejak kecil, mungkin aku tidak akan bisa membaca air mukanya.

Setelah aku bercerita tentang Cheonsa, giliran Kyuhyun yang bercerita tentang hubungannya dengan Cheonsa. Jangan salah, walaupun aku mendefinisikan ‘bercerita’ bukan berarti Kyuhyun bercerita panjang lebar. Dia hanya bercerita singkat. Benar-benar singkat

Sewaktu Kyuhyun bercerita tentang Cheonsa, aku menyadari bahwa dia memanggil Cheonsa dengan sebutan ‘yeoja manja’. Setelah kutanya, ternyata menurut Kyuhyun Cheonsa itu sangat manja. Selalu bergantung kepadanya. Aku tidak percaya. Karena dulu Cheonsa merupakan yeoja yang sangat manis dan baik.

Kyuhyun tidak mau kalah, dia langsung membuat rencana dan melibatkanku. Rencananya, dia akan menghubungi Cheonsa bahwa besok kencan keduanya dibatalkan karena dia mempunyai urusan. Lalu Kyuhyun—dengan mengamati sifat Cheonsa—memperkirakan bahwa kemungkinan besar Cheonsa akan menelponku untuk mengajakku kencan. Dan saat itu aku disuruh menilai bagaimana sifat Cheonsa yang sebenarnya.

Yang membuat sulit kupercaya adalah perkiraan Kyuhyun yang tepat 100%. Sewaktu Cheonsa menelponku dan bertanya apa dia masih ingat denganku, aku mengaktifkan loud speaker dan melirik Kyuhyun supaya dia memberiku sinyal apa yang harus kukatakan. Dan Kyuhyun menyuruhku untuk menjawab sendiri. Aish, terkadang anak itu memang sangat menyebalkan.

Jadilah setelah rentetan peristiwa itu akhirnya sekarang aku berada di dalam COEX Mall. Masih menunggu arahan dari Cheonsa yang akan membawaku ke mana saja. Walau Kyuhyun bilang bahwa sangat tidak enak berkencan dengan Cheonsa, tetapi dia sama sekali tidak memberitahuku alasannya. Katanya aku disuruh mencari tahu sendiri. See, Bukankah dia itu menyebakan?

“Cheonsa,” panggilku. Sejak masuk ke COEX Mall Cheonsa terlihat bingung. Berkali-kali dia melihat layar ponselnya lalu mendesah. Hal itu sudah dilakukanya kurang lebih 10 menit.

Cheonsa tidak merespons panggilanku. Aku jadi mulai gemas dengannya, “Cheonsa,” panggilku sekali lagi. Kali ini dengan suara yang lebih keras.

Berhasil. Cheonsa menoleh ke arahku. “Waeyo?” tanyanya seakan tidak tahu bahwa saat ini aku sudah merasa bosan berdiri di COEX Mall terus

Aku menghela nafas pendek, “Bisa tidak kita berjalan jalan langsung? Aku bosan berdiri di depan terus. Lagipula dari tadi kau sedang melihat apa sih?” tanyaku sambil mendekatkan diri ke Cheonsa untuk melihat layar ponselnya. Tetapi dengan cepat Cheonsa menjauhkan ponselnya

“Jangan lihat!” teriaknya, “Hanya aku yang boleh lihat!” Cheonsa menjauhkan diri dariku beberapa centi.

“Memangnya itu apa?” tanyaku semakin penasaran, tanganku berusaha berebut ponsel milih Cheonsa. Tetapi di luar dugaanku Cheonsa justru berteriak semakin keras, “JANGAN DILIHAAAT~~!!”

Aigo..” aku menutup kedua telingaku karena teriakannya tepat di situ. Kurasakan beberapa orang memandangiku dan Cheonsa aneh. Aishh

“Oke oke.” kataku akhirnya, “Aku tidak akan melihat ponselmu lagi. Jadi bisa tolong berhenti berteriak keras sepeti itu?” kataku sedikit memohon.

Cheonsa memandangiku dengan tatapan sebal, “Asalkan kamu meminta maaf dulu padaku, baru aku akan berhenti berteraik.”

What?

“Kenapa jadi aku yang harus meminta maa—“ sebelum aku menyelesaikan perkataanku, Cheonsa mulai berteriak lagi

“AKU TIDAK MAU TAHU, POKOKNYA KAMU HARUS MINTA MAAF PADAKU!”

“OKE, OKE AKU MINTA MAAF.” kataku menyerah dengan sifat keras kepalanya itu.

Setelah aku mengatakan itu Cheonsa tersenyum senang lalu merangkul tanganku dengan manja. “Nah, gitu dong, ayo kita jalan-jalan sekarang.” dan Cheonsa mulai menarikku kembali ke suatu tempat, yang kusadari bahwa itu adalah sebuah restoran. Oh yeah, dalam hati aku setuju dengannya. Karena berdebat dengan Cheonsa barusan membuat perutku langsung lapar.

Cheonsa memilih tempat duduk paling pojok supaya dekat dengan jendela. Aku memutuskan untuk mengikutinya saja supaya terhindar dari teriakan mautnya tadi

Sewaktu salah satu maid mengantarkan buku menu, mataku langsung berbinar. Aku bertekad ingin memesan banyak makanan. Tetapi keinginanku itu langsung hancur ketika Cheonsa menyuruhku untuk memesan minuman saja

Wae?” tanyaku hati-hati antara pensaran dan takut jika Cheonsa akan berteriak kesetanan lagi.

“Tidak perlu memesan makanan, aku sudah membawa bekal dari rumah. Bagianmu juga ada.” Katanya cuek. Mulutku menganga tidak percaya. Kalau dari awal sudah membawa bekal kenapa harus datang ke restoran?

“Lagipula,” Cheonsa melirik buku menu yang berada di atas meja, “Aku tidak berselera makan masakan yang tidak berkelas seperti ini.” Saat Cheonsa mengatakan itu sebenarnya aku ingin menegurnya, tetapi lagi-lagi tidak bisa karena faktor yang sudah beberapa kali aku sebutkan di atas. Aku merasa Cheonsa itu tipe orang yang bossy, makanya tidak suka diatur oleh orang lain

Untung saja maid yang mengantarkan buku menu ini sudah langsung mengurusi tamu lainnya, kalau dia masih ada di sini, aku yakin dia tidak akan segan-segan mengusirku dan Cheonsa.

Dengan berat hati aku hanya menulis nama minuman di kertas yang ada di dalam buku menu.

Tidak lama, pesanan minuman kami datang. Aku memandang Cheonsa lama lalu betanya, “Sekarang, mana bekal yang kau bawa dari rumah itu?” Aku sedikit menekankan perkataanku pada kalimat ‘bekal yang kau bawa dari rumah’ dengan maksud menyindirnya pelan. Tetapi sepetinya Cheonsa tidak mengerti dengan sindiranku. Dia mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.

‘Hey, setidaknya perkataanku ditanggapi dong.’ kataku dalam hati

Tak lama, Cheonsa berbicara dengan seseorang di telepon, “Ahjusshi, antarkan 2 bekal yang ada di dalam mobil ke Restoran Cleimerre sekarang juga. 5 menit!” lalu Cheonsa menutup telepon tanpa memberi kesempatan lawan bicaranya untuk berbicara.

Aku tersenyum kecut. Sepertinya spekulasi Kyuhyun yang menyebut Cheonsa ‘yeoja manja’ itu mulai terbuktikan sedikit demi sedikit..

Persis seperti perintah Cheonsa kepada ahjusshi yang ditelponnya—kutebak pasti sopirnya—dalam waktu 5 menit, seorang pria separuh baya masuk ke dalam restoran. Dia langsung menghampiri Cheonsa lalu menyerahkan dua kotak bekal padanya.

“Oke, kerja bagus. Sekarang tinggalkan aku berdua dengan Donghae.” Kata Cheonsa. Ahjusshi itu—yang sepertinya sudah memaklumi sifat Cheonsa—langsung keluar dari restoran

Lagi-lagi aku tersenyum kecut. Bahkan Cheonsa sama sekali tidak mengatakan ‘kamsahamnida’ atau setidaknya ‘gomawo’ kalau dia tidak mau menggunakan bahasa yang formal.

Aku memutuskan untuk tidak mempermasalahkan attitude Cheonsa dan mulai fokus dengan sekotak bekal berukuran sedang di hadapanku. Aku bertanya-tanya kira-kira isi bekalnya apa? Filet Mignon? Pate de foie gras? Atau Chevalen? Aku berharap nama makanan Perancis yang terakhir itu tidak ada di dalam kotak bekal ini. Karena aku jadi teringat dengan Siwon, teman satu kampusku. Fyi, Chevalen adalah daging kuda.

Kubuka kotak bekal itu dan semua bayanganku di atas sama sekali tidak ada yang keluar.

Tebak isinya apa?

“Ben..to?” kataku sedikit shock. Jadi ini yang dimaksud Cheonsa dengan masakan berkelas?

“Bisa dibilang begitu. Tetapi yang jelas masakan ini dibuat oleh koki khusus rumahku, jadi pasti berkelas.”

“Oke, oke. Whatever you say.” kataku sedikit gondok.

Sebenarnya aku tidak masalah tentang menu bekalnya—selama itu berwujud makanan pasti dengan senang hati aku akan memakannya—tetapi yang membuatku sedikit shock adalah karena PORSInya terbilang sangat sedikit.

Aku mendengus kesal, apa Cheonsa tidak tahu bahwa setiap namja itu porsi makannya bisa 2 kali lipat dibanding dengan yeoja?

Di tengah-tengah makan, sama sekali tidak ada yang berbicara. Aku dan Cheonsa sama-sama sibuk. Bedanya, aku sibuk memakan bekal tanpa terkesan rakus (sekaligus memaki-maki porsi bekal yang super sedikit) sementara Chonsa sibuk mengambil potret dirinya dengan ponsel miliknya

Aku memutar mataku. Jujur, aku paling malas kalau melihat yeoja sudah mulai menunjukkan sisi kenarsisannya di tempat umum. Untung saja Cheonsa itu cantik, jadi aku sedikit memakluminya.

Kulihat bekal milik Cheonsa sekilas. Astaga, bahkan di porsi bekal yang sangat sedikit itu Cheonsa tidak menghabiskannya? Aku kembali memandang Cheonsa yang masih sibuk merapikan rambutnya dengan melihat kamera ponselnya

Aku berpikir, wajar banyak namja yang tertarik dengan Cheonsa. Pasti mereka terpesona dengan penampilan Cheonsa yang memang tipe-idaman-setiap-namja. Tetapi seandainya mereka tahu kalau ternyata sifat Cheonsa berbeda dengan yang mereka bayangkan..

“Aku sudah selesai makan, “ kataku sambil menaruh sumpit. Kuaduk minuman iced cappucino pesananku dan segera kuminum sampai habis.

Cheonsa memasukan ponselnya ke dalam tas kembali, “Oh, kau sudah selesai? Tunggu sebentar ya. Aku mau menghabiskan makananku dulu.”

‘Kalau begitu kenapa tidak dihabiskan sejak awal saja? Kau justru sibuk bernarsis ria dengan ponselmu di tengah makan’ gerutuku kesal

Akhirnya, setelah kurang lebih satu seperempat jam di restoran, Cheonsa mengajakku ke tempat lain. Di saat aku sudah kegirangan karena bisa keluar dari restoran itu—untuk menghindari tatapan tajam dari para maid karena kami hanya memesan minuman—kembali aku menghela nafas panjang begitu tahu Cheonsa mengajakku ke dalam butik.

“Donghae-ya, kau tunggu di sini ya! aku mau menocba beberapa pakaian dulu. Kalau bosan, kau juga bis memilih pakaian kok, nanti akan kubayari deh.” Kata Cheonsa sambil berlalu ke arah stan pakaian.

Seandainya tidak diberitahu juga aku pasti akan senang hati membeli—mungkin memborong—pakaian yang ada di butik ini. Tetapi itu hanya bisa terjadi jika isi pakaian di butik ini BUKAN KHUSUS UNTUK YEOJA.

Gosh, apa Cheonsa itu tidak bisa melihat dengan jelas? Bahkan nama butik ini sudah jelas Women’s Heaven.

Annyeong haseyo, tuan. Sedang menemani yeojachingu tuan ya di sini?” tiba-tiba sesosok yeoja penjaga butik sudah berada di hadapanku.

Yeojachingu? Maksudnya Cheonsa?

“Dia bukan yeojachinguku,” sanggahku cepat. Tetapi sepertinya yeoja itu tidak terlalu percaya dengan perkataanku

“Oh, algessemida. Pasti sudah bertunangan ya?” katanya seraya tersenyum.

Aku melotot. Berpacaran saja tidak apalagi bertunangan?

“Aku tidak mempunyai hubungan khusus apapun dengan yeoja itu, Agassi.” Kataku berusaha menahan emosiku. Bagaimana tidak? Ini pertama kali aku berkencan dengan Cheonsa, dan langsung banyak meninggalkan kesan buruk dariku terhadapnya.

Strike. Yeoja penjaga butik itu langsung terdiam dan perlahan meninggalkanku. Mungkin dia merasa malu karena sudah salah bicara. Yeah, dia memang benar-benar sudah salah bicara

“Donghae-ya~~ bagaimana dengan baju ini?” Cheonsa tiba-tiba menyeruak di hadapanku. Aku sedikit terkejut karena dia sudah berganti pakaian dengan cepat.

Deg. Sesaat hatiku berdesir begitu melihat penampilannya yang elegant

“Bagaimana?” tanyanya sambil tersenyum manis. Astaga, kenapa dia harus memamerkan senyumannya yang seperti itu padaku?

Aku tersenyum kecil, “Kau terlihat cantik.” kataku jujur. Memang dia terlihat sangat cantik dengan pakaian seperti itu. dan sama sekali tidak memperlihatkan bahwa sifatnya itu sebenarnya menyebalkan dan manja

Begitu aku mengatakan hal itu, mata Cheonsa langsung terlihat berbinar-binar, “Jeongmal? Kalau begitu aku beli ini semua. Tunggu ya.” Cheonsa berlari ke arah tempat pembayaran

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Benar-benar menyenangkan ya menjadi orang kaya, bisa membeli barang yang disukai dengan mudahnya. Taruhan, pasti harganya lebih dari 200 ribu Won

Setelah Cheonsa selesai membayar, lagi-lagi dia menelpon sopirnya, “Ahjusshi. Women’s Heaven. 10 menit.” Katanya singkat.

Aku menanggapi tingkah Cheonsa, “Cheonsa. Sebaiknya jangan terlalu merepotkan sopirmu. Kasihan dia.” Aku berpikir keluar masuk COEX Mall hanya untuk mengambil barang Cheonsa dan menaruhnya di dalam mobil itu pasti sangat melelahkan.

Cheonsa memandangiku senang, “Jadi kau yang ingin membawakannya? Gomawo! Akan kutelpon ahjusshi lagi ya.”

Aku terkesiap, “Mwoya? Bukan itu mak—“

Ahjusshi. Tidak jadi. Donghae yang akan membawakan barangku.” Cheonsa menutup kembali ponselnya.

Terlambat.

Dalam hati aku memaki diriku habis-habisan. Pelajaran lain yang didapat hari ini : Tidak usah mengomentari tingkah Cheonsa atau kamu sendiri yang terkena akibatnya!

Cheonsa mendorong semua barang belanjaannya ke arah dadaku seyara tersenyum lebar, “Gomawo, kau benar-benar namja yang baik.” Lalu Cheonsa langsung berjalan mendahuluiku

“Cish, dasar yeoja merepotkan.” kataku pelan lalu segera mengikuti Cheonsa dengan kesal

Cho Kyuhyun, sepertinya aku akan menambah julukan untuk yeoja-mu yang manja ini.

“Bagaimana kencannya? Sangat menyenangkan bukan?”

Aku memutar mataku lalu segera berjalan menuju kamar, Kyuhyun mengikutiku.

Sepertinya hari ini adalah hari yang paling melelahkan. Mulai dari kencan bersama Cheonsa—ah sepertinya lebih pantas jika disebut kencan bersama barang belanjaan Cheonsa—karena seharian ini tugasku hanya membawakan barang belanjaan Cheonsa sementara dia sibuk belanja dan belanja.

Sampai di apartemen kupikir aku bisa langsung menuju kamar dan istirahat, tapi ternyata masih ada hal yang membuat moodku tambah jelek.

Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun?

Mataku membelalak lebar begitu melihat kondisi kamarku yang sudah seperti kapal pecah, bahkan lebih buruk dari pada itu.

Aku memandang Kyuhyun tajam. Kyuhyun justru berlagak seakan tidak tahu apa-apa. Aishh dia dan Cheonsa memang sama saja.

“Kau apakan kamarku seharian ini sampai bisa berantakan seperti ini?” tanyaku kesal.

Kyuhyun hanya mengangkat bahu, “Aku hanya melakukan aktifitas rutinku di apartemenmu, seperti yang biasa kulakukan di rumah. Jadi harusnya pemandangan seperti di kamarmu ini biasa saja.”

BIASA SAJA KATANYA?

Aku berteriak kesal, “Ya! Kau tahu aku ini benci melihat kamar yang berantakan kan? Sekarang cepat bereskan semua! Aushh kau justru membuat moodku semakin jelek saja, Kyuhyun-ah..”

Kyuhyun memandangiku dengan tatapan cueknya, “Yah, itu resikomu. Ngomong-ngomong kamu belum menjawab pertanyaanku. Gimana kencanmu bersama dengan yeoja manja itu? Sukses?”

Ne, sukses dijadikan pelayannya seharian.” kataku sarkatis, “Bahkan sekarang aku mempunyai nama julukan yang lebih banyak untuk dia daripada kamu.”

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, “Apa itu?”

Yeoja menyebalkan, bossy, narsis sekaligus tidak peka.” Kataku cepat.

Sontak Kyuhyun tertawa keras. Tawanya semakin meledak ketika aku selesai menceritakan ‘kencan’ku bersama Cheonsa seharian ini padanya. Seolah secara tidak langsung Kyuhyun berkata salah-sendiri-tidak-percaya-denganku.

Ada yang lebih menyebalkan dari pada ini?

“Lalu untuk selanjutnya kau akan melakukan apa Kyuhyun-ah?” tanyaku setelah Kyuhyun bisa mengontrol tawanya. Baru kali ini aku melihat seorang Cho Kyuhyun tertawa dan aku bersumpah bahwa tertawanya itu sangat mirip dengan iblis. Membuatku merinding. Aku tidak tahu kenapa

Kyuhyun terdiam, “Mungkin aku akan memutuskannya. Aku tidak tahan berlama-lama dengannya.” katanya dengan nada datar.

Aku mengangguk-angguk setuju, “Itu ide bagus. Aku sangat mengerti apa yang kau rasakan.”

Kyuhyun langsung memandangiku lama. Aku jadi merasa risih dipandangi olehnya, “Bicara saja kalau ada yang ingin kau katakan.” Kataku

“Hm…” Kyuhyun berpikir sejenak “Setelah aku memutuskan Cheonsa, kau tidak ingin melakukan sesuatu?”

Aku mengernyitkan keningku, “Berbuat sesuatu seperti apa maksudnya?”

“Kau tahu, menyatakan perasaanmu ke Cheonsa mungkin?”

Aku membulatkan mataku, “Kau bercanda? Bukankah sudah kubilang Cheonsa itu yeoja yang menyebalkan, bossy, narsis dan—“

Kyuhyun menyela perkataanku, “Aku tahu. Tetapi wajahmu terlihat senang sewaktu kamu bilang seperti itu.”

Aku tertawa pelan, “Aku tidak jatuh cinta dengannya Kyuhyun.”

Kyuhyun mengangkat bahu, “Yah. Mungkin suatu saat kau akan mulai menyukainya kembali, Donghae-ya.” Kyuhyun beranjak menuju ke kamarku lalu mulai menyalakan video game miliknya.

Aku mencerna kalimat terakhir Kyuhyun baik-baik.

Suatu saat nanti?

….

“Donghae-ya~~ bagaimana dengan baju ini?”

“Kau terlihat cantik.”

..

Aku tersenyum geli membayangkan kejadian di butik tadi siang, “Ne, Kyuhyun-ah. Mungkin suatu saat nanti.” Lalu aku memutuskan untuk membereskan kamarku sendirian.

Kyuhyun tersenyum kecil begitu mendengar ucapanku.

THE END (?)

Advertisements

5 thoughts on “[Oneshot] Dating Sucks?

  1. yuyunkyu says:

    seprtinya aku udah baca ff ini sebelmnya , tapi di blog yang berbeda dan sepertinya authornya juga beda

  2. Prestisya says:

    Huwaaa…. Cheonsa bner” nyebelin, ngselin, dll… Msa nyuruh bwain blnjaan d’blang kencan?? Tu sih sma ja, ky pmbantu… Ckckckck.. Da y cwe mcem bgtu

  3. Thya_sachika says:

    Lanjutin aja thor……..

    jujur ya…. hm…. beberapa minggu ini aque suka banget baca ff…

    Terutama ff Boyfriend…….

    So Banyakin ff Boyfriend ya……

    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s