Misunderstanding or Jealousy? {2/2}

|Chapter 1|

Cast : Jo Youngmin | Genre : Romance, Humor

“Aku tidak mau melihatmu….dikelilingi kerumunan yeoja-yeoja itu. Sama seperti tayangan M!net kemarin.”

ENJOY!

Misunderstanding or Jealousy? {2/2} © seijurossi (@chantyolk)

TENG TENG TENG

Siswa-siswa berhamburan keluar dari dalam kelas dengan suka cita. Bel jam pulang sekolah memang bel yang paling ingin didengar oleh siswa kebanyakan. Hweji membereskan buku-bukunya dan menaruhnya di dalam tas lalu segera beranjak keluar kelas.

“Annyeong.”

Hweji terlonjak kaget, begitu keluar kelas sesosok Jo Kwangmin sudah berada di depannya persis. untung saja Hweji adalah siswa terakhir yang keluar kelas, kalau tidak bisa-bisa seisi kelasnya heboh karena ingin berebut minta tanda tangan Kwangmin.

Setelah mengatur rasa kagetnya, Hweji membalas salam Kwangmin dengan canggung, “A—annyeong..”

Sejenak tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun di antara dua manusia ini. Biasanya Hweji yang berinisiatif memulai pembicaraan, tetapi kali ini situasinya berbeda. Rasanya sudah lama mereka tidak berbicara santai secara langsung seperti ini. Jadi Hweji sedikit canggung

Kwangmin yang memulai pembicaraan, dia berdehem sekali, “Jadi… kau ada janji bersama Minwoo sepulang sekolah?”

“Ne, kau tahu dari Minwoo?”

Kwangmin mengangguk, “Minwoo menyuruhku untuk menggantikannya.”

Hweji menautkan sebelah alisnya, “Maksudmu, kau yang akan membantuku untuk menyelesaikan masalah Youngmin dan Raebin—ngomong-ngomong kau sudah tahu masalahnya kan?”

“Ne, tentu saja aku sudah tahu. Mereka benar-benar pasangan yang konyol. Padahal sudah berapa bulan mereka pacaran? Masih saja ada masalah salah paham.”

Hweji sedikit terpana mendengar anggapan Kwangmin mengenai Youngmin-Raebin yang sama persis dengannya.

Ehm, bukankah itu tandanya mereka memang…err..cocok?

‘Bolehkah aku merasa senang sekarang?’ batin Hweji sambil tersenyum geli

Begitu Hweji dan Kwangmin sampai di pintu gerbang, terlihat Youngmin sedang bersandar di situ. Kwangmin yang pertama menghampiri

“Hyung, kau tidak apa-apa?” Kwangmin menepuk pundak Youngmin pelan. Youngmin tersadar dari pikirannya dan menatap Kwangmin

“Ah, tentu saja. Kau mau pulang bersama—Hweji ya?” Youngmin melirik Hweji sekilas. Hweji mendekati Youngmin. “Youngmin, bisa ikut aku sebentar?” Hweji menarik lengan Youngmin ke dalam Taxi yang ia cegat.

Hweji membuka kaca Taxi itu, dia memandang ke arah Kwangmin. “Kwangminnie, ikut tidak?”

Kwangmin mengibaskan tangannya, “Lebih baik aku tidak ikut. Tapi nanti aku usahakan menyusul bersama Minwoo.” Hweji mengangguk kecil mendengar ucapan Kwangmin dan langsung menyuruh supir taxi-nya jalan

“Chamkaman Hweji-ah. Kau mau membawaku ke mana? Kamu merencanakan sesuatu dengan Kwangmin dan Miwnoo?” Tanya Youngmin cepat kepada Hweji. Tetapi Hweji mengabaikan semua pertanyaan itu

“Untuk sementara jangan banyak bertanya dulu Youngmin-ah.”

Akhirnya Youngmin membungkam mulutnya. Begitu dia melihat gedung yang sangat familier di matanya dia menoleh ke arah Hweji. “Kau membawaku ke apartemenmu?” tanyanya

Hweji membalas pandangan Youngmin, dan dengan seulas senyum dia menjawab. “Ne.”

“Untuk apa?”

Hweji mendengus kecil, “Tentu saja untuk menemui Raebin.”

Begitu mendengar nama ‘Raebin’ Youngmin langsung menghela nafas panjang. “Jadi ini yang kamu rencanakan dengan Kwangmin dan Minwoo.”

Hweji hanya mengangkat bahu. Setelah membayar tagihan Taxi, Hweji menarik Youngmin menuju ke kamarnya dan Raebin.

Hweji memencet bel, lalu terdengar suara Raebin menjawab. “Nuguseyo?”

“Hweji, tentu saja. Siapa lagi?” Hweji tersenyum senang lalu kembali melirik Youngmin. Matanya mengisyaratkan supaya Youngmin melaksanakan tugasnya dengan baik.

CKLEK

Pintu terbuka lebar, Raebin terlihat masih mengenakan piyama yang tadi pagi dikenakannya.

‘Huuh, pasti dia tidak mandi’ cibir Hweji dalam hati

Reaksi Raebin begitu mengetahui bahwa Hweji tidak pulang sendirian, melainkan bersama ‘namja berambut oranye norak’ dia terpaku sejenak. Terkejut karena tiba-tiba bisa melihat namja itu secara langsung lagi setelah sekian lama. Dan shock karena…

“Annyeong..Raebin-ah.” Sapa Youngmin—berusaha untuk mengatur nada suaranya agar terlihat seperti biasanya.

“UWAAAAA~!”

BLAM!

Raebin membanting pintu dengan keras, lalu terdengar derapan langkahnya yang menjauhi pintu apartemen.

Hweji melongo—begitu juga dengan Youngmin. Lalu Hweji segera memasuki apartemen, diikuti oleh Youngmin.

“Ya~! Raebin-a! Kau kenapa tiba-tiba berteriak dan membanting pintu seperti itu? Tidak sopan sama penghuni kamar sebelah tahu!” teriak Hweji. Dia mendekati Raebin yang meringkuk di dekat kamar. Seluruh badannya tertutupi dengan selimut tebal.

“Kenapa kau menutupi dirimu dengan selimut hah?” Tanya Hweji heran

Raebin menjawab dengan kalimat yang terputus-putus,”Kenapa…ada…sini…?”

Kening Hweji berkerut, tidak mengerti dengan yang diucapkan oleh Raebin. “Bicara yang jelas. Aku tidak mengerti maksudmu.”

“Kenapa dia ada di sini?! Siapa yang membawanya ke mari?!” Raebin berkata setengah berteriak

Youngmin tersentak mendengar perkataan yang meluncur dari mulut Raebin.

“Ya! Kau jangan seperti itu! Youngmin itu mau bicara denganmu tahu!”

“TAPI SETIDAKNYA BERI TAHU AKU DULU KALAU DIA MAU DATANG KE MARI! AKU KAN MASIH BERPAKAIAN PIYAMA DAN RAMBUTKU BERANTAKAN! ITU MEMALUKAN TAHU!”

Hening sesaat

1 detik..

2 detik..

3 detik..

“HUAHAHAHAHA~!” Tawa Hweji pecah. Dia tidak menyangka di saat seperti ini pun, Raebin masih memikirkan masalah baju dan penampilan.

“Cho Hweji! Itu tidak lucu!”

Youngmin terlihat menahan tawanya. Yang membuat Raebin semakin kesal

“Ne…nan arasseoyo. Sana mandi dulu dan berpakaianlah yang layak. Youngmin akan menunggu di ruang tengah.” Kata Hweji setelah dapat mengendalikan tawanya.

Setelah Raebin selesai mandi dan berpakaian yang lebih ‘layak’ dia di duduk di kamar tengah bersama Youngmin. Hweji memutuskan akan di kamar untuk sementara

“Jadi… apa yang ingin kau bicarakan?” Raebin bertanya sambil mengarahkan pandangannya ke tempat lain. Youngmin terdiam sejenak sebelum dia mengatakan sesuatu

“Kamu marah?” Tanya Youngmin. Raebin memainkan ponselnya sebelum menjawab

“Aniya.”

“Tetapi sikapmu justru berkata sebaliknya, Raebin-ah. Katakan padaku, kau marah?”

Raebin tidak menjawab

Youngmin tidak mau menyerah begitu saja, “Kuanggap sebagai ‘ya’. Kau marah gara-gara aku tidak berhubungan denganmu selama 2 minggu ini?”

Lagi-lagi Raebin tidak menjawab.

Youngmin melanjutkan perkataannya, “Benar.. aku memang akhir-akhir ini sangat sibuk dengan promosi ‘Boyfriend’ di berbagai acara music. Belum lagi tawaran Variety Show, CF, dan pemotretan yang menghampiri para member. Wajar saja aku jarang menelponmu atau mengirimimu pesan. Jadi mengertilah situasiku sekarang.”

Tanpa Youngmin kira, Raebin akhirnya membuka mulutnya. “Kalau masalah kondisimu yang sibuk promosi itu aku mengerti. Sangat mengerti.” Ucap Raebin lirih

“Lalu? Kau mempermasalahkan apa sebenarnya? Kulihat di sekolah kau juga menghindariku terus.”

Raebin menekuk wajahnya, “Itu karena aku tidak mau melihatmu…”

Youngmin sedikit terhenyak mendengar itu

Raebin tidak memperdulikan reaksi Youngmin, dia kembali melanjutkan kalimatnya. “Aku tidak mau melihatmu….dikelilingi kerumunan yeoja-yeoja itu. Sama seperti tayangan M!net kemarin.”

Youngmin mengangkat sebelah alis, “Yeoja-yeoja? M!net?”

Flashback

Sedari tadi Raebin hanya menonton TV terus, dia penasaran melihat penampilan Boyfriend yang mempromosikan lagu berikutnya, ‘You and I’. Walaupun Youngmin sudah jarang berhubungan dengannya beberapa minggu ini, tetapi Raebin tetap antusias setiap melihat penampilan Boyfriend

Acara M!Countdown sudah domulai, dan intro lagu yang ditunggu-tunggu Raebin mulai terdengar

I know.. we can’t go on..

But.. It’s Brave!

Raebin terpana melihat penampilan baru dari Youngmin. Rambutnya sekarang dicat lebih gelap—walaupun masih berwarna oranye. Dan jujur Raebin merasa bahwa Youngmin semakin ganteng!

Setelah acara M!Countdown selesai, ada sekilas berita yang memperlihatkan kerumunan yeoja-yeoja yang barusan menonton Boyfriend secara langsung

“Omona! Youngmin sangat tampan sewaktu tampil di M!Countdown tadi!”

“Setelah rambutnya di cat agak gelap aku jadi mulai menyukainya, padahal biasku di

Boyfriend bukan dia..”

“Youngmin semakin berkembang sejak dari awal debutnya. Aaah Youngminnie Saranghae~!”

Lalu yeoja-yeoja itu menuturkan bahwa mereka barusan mengambil foto dengan Youngmin.

Awalnya Raebin menganggap hal itu wajar bagi seorang fans. Tetapi setelah melihat close-up foto yeoja-yeoja itu dengan Youngmin, Raebin menjadi sedikit ‘panas’

Di foto itu para yeoja berpose berbeda-beda dengan Youngmin. Ada yang memeluknya dari samping, ada yang berpegangan tangan dengannya, dan yang paling membuat Raebin emosi adalah Youngmin memeluk pinggang seorang fans yeoja yang paling cantik. Dan Raebin tidak perlu berlama-lama tahu bahwa yeoja cantik itu adalah teman sekelas Youngmin yang memang digosipkan dekat dengannya.

PATS!

Raebin mematikan TV-nya dengan kesal. Dia melempar remote dengan asal lalu beranjak menuju kamarnya—sambil membanting pintu dengan keras.

Flashback end

Kali ini Youngmin benar-benar tertawa lepas. Tidak ditahannya seperti tadi. Raebin hanya memandang Youngmin dengan tatapan kesal. Padahal dia itu lagi serius bercerita

“Silahkan saja tertawa sepuasmu.” Sindir Raebin sambil memalingkan muka.

Youngmin menghentikan tawanya, lalu dia memegang kedua bahu Raebin.

“Aku tidak menyangka itu yang kamu permasalahkan. Kukira masalahnya lebih berat lagi..”

Raebin mencibir, “Jadi kamu senang befoto bersama teman sekelasmu yang cantik itu ya? Arasseoyo. Siapa namanya kalau tidak salah? Jung.. Jung Ji—“

Jiyonnie. Jung Jiyon. Itu namanya.” Kata Youngmin

Raebin mendecak pelan, “Bahkan kamu memanggilnya dengan akrab. Kalian mempunyai hubungan apa sih sebenarnya?”

Youngmin terkekeh pelan, “Kenapa kamu begitu penasaran, Raebin-ah? Kamu cemburu?”

Raebin tersentak. Tanpa disadari wajahnya memerah. Buru-buru dia memalingkan wajah

Youngmin tertawa lagi, “Ahahaha. Yeojachinguku akhirnya bisa merasa cemburu padaku juga akhirnya.”

Wajah Raebin semakin memerah, “Ap—Kata siapa aku cemburu? Aku cuma—“

Youngmin tersenyum nakal kepada Raebin, “Cuma apa?”

Raebin kehilangan kata-kata, “C—Cuma..”

Setelah menimbang-nimbang beberapa saat, akhirnya Raebin berteriak. “NE~! AKU CEMBURU! KAU PUAS?”

Di Youngmin mengelus kepala Raebin pelan, “Sangat puas.”

Dari balik pintu kamar, terdengar suara tawa puas Hweji

THE END

Advertisements

One thought on “Misunderstanding or Jealousy? {2/2}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s