[Oneshot] PikaChu~

Cast : Jo Kwangmin | Genre : Romance, Humor

‘Tenang saja, adikku itu tidak sependiam yang kamu kira’

ENJOY!

PikaChu~ © seijurossi (@chantyolk)

May 26th, 2011

Cho Hweji berlari-lari kecil menuju gedung Mnet. Dibelakangnya terlihat Han Raebin yang berhenti sejenak karena nafasnya sudah terputus-putus. “Tunggu, tunggu, Hweji-ah!” Raebin mengatur nafasnya sejenak. Hweji, yang melihat Raebin tidak mengikutinya, langsung menghampirinya dengan kesal.

“Ya! Kenapa berhenti? Sebentar lagi acara M!Countdown sudah dimulai!” tangan Hweji menarik-narik tangan Raebin tidak sabar tetapi dengan cepat ditepis oleh Raebin.

“Tidakkah kamu tahu kata ‘istirahat’? Kita sudah berlari-lari seperti orang kesetanan sedari tadi! Setidaknya biarkan aku istirahat sebentar,“ Raebin membuka tas pinggang, mengeluarkan sebotol air mineral, dan meminumnya sampai habis. Dia tidak memperdulikan tatapan Hweji yang seolah berkata hei-itu-kan-air-mineral-untuk-diminum-berdua! Salah sendiri pulang terlambat ke apartemen—demi membeli sesuatu—padahal harusnya mereka sudah berada di gedung Mnet sejak setengah jam yang lalu? Apa Hweji lupa kalau jarak dari apartemen ke gedung Mnet itu sangat jauh? Mereka terpaksa berlari-lari di tengah perjalanan karena jalanan macet, takut acaranya keburu mulai.

“Aah~Raebin! Cepatlah!!” Hweji semakin tidak sabar. Raebin memasukan kembali botol mineralnya lalu tangannya langsung ditarik untuk berlari oleh Hweji.

10 menit kemudian Hweji dan Raebin sampai di gedung Mnet. Mereka langsung memasuki tempat shooting M!Countdown. Sudah banyak sekali orang yang berkerumun bagaikan semut mencari gula.

“Raebin, ayo kita ke menuju ke paling depan,” ajak Hweji. Spontan Raebin menolak. “Aku nggak mau! Kamu gila mau menerobos kerumunan semut seperti ini, hah? Lebih baik di pinggir saja, toh kita juga tetap bisa melihat mereka kan,” kata Raebin sambil menuju ke pinggir. Hweji terpaksa mengikutinya.

Nan neoui Boyfriend (Nan neoui Boyfriend)…

Neon naui Girlfriend (Neon naui Girlfriend)..

Suara ponsel Raebin berdering. Raebin merogoh-rogoh tasnya cepat dan begitu menemukan ponsel-nya, terpampang sebuah nama di layar ponsel

.:B.Orange Calling:.

Hweji yang juga melihat layar ponsel Raebin terkekeh pelan melihat julukan nama sang penelpon yang diberikan olehnya.

“Yoboseyo?”

“Rae-ah. Kau sudah ada di M!Countdown?” jawab suara seorang cowok dari seberang telepon.

“Ya, aku baru saja sampai bersama Hweji.”

“Oh? Hweji juga datang? Baiklah, kalian berdua kemari saja. kami masih punya waktu luang.”

“Benarkah? Arraseo. Di ruang tunggu kalian kan?”

“Ya.”

Klik.

“Hweji-ah, kita disuruh ke ruang tunggu mereka,” kata Raebin sambil memasukan kembali ponselnya ke dalam tas. Hweji mengangguk lalu mereka menuju ruang tunggu.

“Raebin-ah, kau masih menyimpan nama panggilan itu untuk kontak namanya?” tanya Hweji.

Raebin tersenyum kikuk. “Ya. Memang kenapa?”

“Aigoo~bukankah itu nama boneka yang diberikan oleh Youngmin? Kenapa justru kamu beri nama itu?”

Jo Youngmin, cowok yang barusan menelpon Han Raebin, memang pernah memberikan boneka besar berwarna oranye kepadanya sebagai hadiah ulang tahun. Raebin memberi nama boneka tersebut Big Orange.

Raebin menatap Hweji, “Ah, jadi itu maksudmu? Nama yang di kontak itu bukan bonekaku, tetapi singkatan dari Boy Orange. Jadi selama ini kamu salah sangka?”

Kening Hweji mengkerut mendengar penjelasan Raebin. “Sejak kapan Youngmin bisa jadi Boy Orange?” tetapi sedetik kemudian dia menyadari sesuatu. “Ah! Aku mengerti, pasti karena warna rambutnya kan?” tebak Hweji. Raebin mengangguk, “Yup. Karena warna rambutnya itu mencolok.”

“Tapi harusnya kan Orange Boy, bukan Boy Orange. Dimana kemampuan grammar-mu?” sindir Hweji.

Raebin mengangkat bahu, tidak mempedulikan perkataan Hweji. “Yang penting artinya, bukan kalimatnya.”

Hweji memutar mata. “Tidak usah kebanyakan alasan.”

Raebin membuka pintu ruang tunggu yang bertuliskan BOYFRIEND. Hal pertama yang dia lihat tentu saja cowok berambut oranye yang langsung menghampirinya senang. “Rae-ah! Annyeong!” sapa cowok itu. Raebin tersenyum, “Annyeong, Youngmin-ah.”

Hweji muncul dari belakang Raebin, “Annyeong Youngmin! Di mana Minwoo?” tanya Hweji sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Youngmin menunjuk ke arah pojok ruangan. “Di situ. Minwoo sedang melihat rehearsal lagu pembuka kita tadi.” Hweji manggut-manggut.

Raebin baru sadar kalau Minwoo sedang direkam oleh 1 kameramen. “Youngmin-ah. Kalian sedang shooting M!Pick?” Youngmin mengangguk.

M!Pick adalah salah satu segmen dari M!Countdown. Biasanya menampilkan kegiatan para artis di balik panggung.

Aigo.. apa kita justru mengganggu kalau berada di sini? Dan juga.. bagaimana kalau ketahuan?” Raebin menoleh ke kanan kiri, takut ada orang yang memperhatikan.

Youngmin terkekeh, “Ah, tidak apa. Di sini banyak orang, kamu tinggal aku bilang salah satu staff saja. Lagian mereka semuanya sangat sibuk jadi tidak mungkin memperhatikan.”

Hweji terus melihat sekeliling. Saat ini member Boyfriend yang ada di ruangan hanya Minwoo dan Youngmin. Matanya fokus mencari satu orang. Kemudian terlihat dua orang cowok baru masuk ruangan. Hweji langsung menyapanya dengan mata berbinar

Annyeong Hyunseong oppa! Kwangminnie..” Hyunseong melambaikan tangannya kepada Hweji sementara Kwangmin hanya tersenyum kecil. Mereka berdua duduk di sofa dekat Minwoo. Youngmin juga sepertinya disuruh duduk di sofa karena akan di shooting. Hweji memandang ke arah salah satu cowok itu dengan tatapan kosong.

Raebin menghampiri Hweji, “Hei. Kenapa bengong?” tanyanya sambil mengibas-kibaskan tangannya di depan wajah Hweji. Tapi langsung ditepis, “Aku tidak bengong. Raebin-ah, aku keluar duluan ya.”

Alis Raebin berkerut, “Kenapa?” Hweji menggeleng pelan. “Tidak apa. Aku cuma ingin luar saja.”

M!Pick Shooting Time..(based on M!Pick Boyfriend episode 2 with the changes as needed. There are my some parts that just fictional)

“Kwangmin-ah, kamu sudah melihat reheasalnya?” Minwoo memandang Kwangmin. Kwangmin mengulurkan tangannya untuk meraih kamera yang dipegang Minwoo tetapi Hyunseong juga memegang kamera—dan langsung diserahkan kepada Kwangmin. Kwangmin melihat rehearsal mereka dengan tatapan serius. Setelah Kwangmin selesai, giliran Youngmin yang melihat.

“Kamu tahu? Kamu dan Kwangmin membuat kesalahan yang sama,” ucap Minwoo sambil terkekeh. Youngmin yang menyadari kesalahannya bersama Kwangmin ikut tertawa kecil.

“Ini benar-benar luar biasa. Mereka berdua sama-sama melakukan kesalahan, tetapi kesalahan itu sama persis. Mereka selalu saja begitu.” Minwoo berkata di depan kamera dengan menebarkan senyumnya yang lucu.

Tiba-tiba Donghyun masuk ke ruangan bersama Jeongmin, “Kulitku mengelupas di sini.” Katanya. Youngmin langsung menghampiri Donghyun yang sedang berusaha menempelkan plester di lututnya. Raebin menghampiri Donghyun, “Gwaenchana, oppa?”

“Hei, kamu datang ke sini ternyata, Rae-ah.” Donghyun mengacak-acak rambut Raebin dengan gemas. “Hyung.” Youngmin menatap Donghyun dengan pandangan tak rela. Donghyun tertawa, “Ah, iya ya. Aku lupa kalian sudah pacaran. Mian, Youngminie.”

“Eh? Jadi dia pacarmu, Youngmin-ah?” Tanya seorang staff perempuan. Raebin tersentak. Sebelum dia menjelaskan, Youngmin sudah berbicara duluan, “Ah..aniyo, noona. Donghyun hyung tadi cuma bercanda..” katanya santai sambil tersenyum. Berbeda dengan Youngmin yang santai, badan Raebin sekarang panas dingin. Bagaimana kalau staff perempuan ini membocorkan ke pihak media? Bisa-bisa reputasi Boyfriend yang baru debut nanti bisa jelek.

Staff perempuan itu terkekeh, “Sudahlah, tidak perlu disembunyikan. Aku juga tidak akan bilang siapa-siapa kok.” Mendengar itu Raebin menghela nafas lega. “Kamsahamnida, unnie..” ucap Raebin lega.

“Ah, kalau begitu kamu mau gantikan tugasku untuk mewawancarai Youngmin tidak?” Tanya staff perempuan itu. Raebin melongo, Youngmin mengangguk-angguk. “Ide Bagus,” kata Youngmin seraya terkekeh kecil.

Raebin menatap Youngmin dengan tidak percaya. “Ya! Kau mau rahasia ini terbongkar?”

“Nggak akan, Rae-ah. Seperti kataku tadi, tinggal bilang kamu itu staff dan mereka semua akan percaya.” Youngmin menoleh ke arah staf perempuan tadi. “Oke, aku setuju, noona.” Youngmin mengulum senyum manisnya. Raebin mendesis pelan, “Cish~”

Lalu seorang kameramen menghampiri Raebin dan Youngmin, “Siapa yang akan mewawancaraimu, Youngmin-ssi?” tanyanya. Dengan mantap Youngmin menunjuk Raebin. Raebin berusaha tersenyum ramah. “Oke, kalau begitu kita mulai shootingnya sekarang. Youngmin-ssi, ini posternya. Dan.. siapa namamu?” tanyanya pada Raebin. Raebin membungkukan badan. “Han Raebin imnida.”

“Ah ya, Raebin-ssi. Ini pertanyaan yang akan dipakai. Tidak usah terlalu tegang ya pada Youngmin.” Kameramen itu terkekeh kecil melihat ekspresi Raebin yang tegang. Raebin tersentak dan langsung menggeleng cepat. Walaupun wajahnya sudah merah padan. Youngmin hanya tersenyum geli.

Selama wawancara dengan Youngmin, Raebin terlihat malu-malu. Tetapi karena sikap Youngmin yang santai Raebin mulai bisa menikmati wawancara. Sekarang tinggal dua pertanyaan terakhir.

Youngmin membawa poster Boyfriend. Raebin bertanya “Menurutmu bagaimana tentang orang ini?” tangan Raebin menunjuk ke gambar Jeongmin. “Ah.. aku rasa dia terlalu baik,” jawab Youngmin sambil terkekeh.

“Menurutmu siapa yang terlihat paling menarik di poster kalian?” Tanya Raebin lagi. Ini pertanyaan terakhir. Youngmin tidak langsung menjawab—justru dia tersenyum lebar—memamerkan deretan giginya yang putih, ”Ah,itu rahasia,” jawab Youngmin

“Ah.. bisakah kamu membisikannya padaku?” Tanya Raebin. Walalupun dalam hatinya dia sudah tahu siapa jawabannya. Youngmin langsung membisikan di telinga Raebin.

‘Sudah kuduga’ batin Raebin. Ketika kamera menyorotnya, Raebin buru-buru menutupi wajahnya. Karena merasa terganggu kamera itu digesernya dengan menggunakan tangan. Youngmin tertawa keras. Kamera dimatikan oleh kameramen, “Waeyo, Raebin-ssi?”

Raebin meminta sesuatu kepada cameramen, “Ah, cuma ingin bilang saja wajahku jangan dipublikasikan ya. Aku tidak ingin wajahku terekspos,” kata Raebin sedikit merengek, dia tidak mau teman sekolahnya histeris karena melihatnya bisa berada di sebelah Youngmin Boyfriend yang baru akan melakukan debut.

Cameramen itu mengangguk, “Memang tidak. PD-nim tidak mengijinkan.” Raebin mengangguk-angguk puas. “Tapi, kalian berdua akan kurekam sedikit lagi ya.”

Wae?” Tanya Raebin

“Soalnya kalian terlihat lucu jika berdampingan.” Cameramen itu kembali menyalakan kameranya, kali ini dia menyorot ke layar yang terpampang lirik lagu Boyfriend untuk M!Countdown nanti. Youngmin dan Raebin langsung tertarik melihat. “Woah..” Raebin dan Youngmin berkata secara bersamaan. Kemudian tertawa bersama

“Youngmin-ah. Apa itu hal yang menarik?” Tanya Raebin sambil sedikit menghindari kamera. Youngmin yang iseng langsung mendekati Raebin, sehingga membuat Raebin menutupi wajahnya lagi. Youngmin tertawa melihat tingkah pacarnya itu.

Saat itu juga Minwoo berbicara dengan Youngmin mengenai kesalahannya selama rehearsal. Tetapi karena Minwoo berbicara terlalu cepat, Youngmin menunjukan raut wajah bingung. Raebin terkekeh melihat ekspresi wajah Youngmin, “Kamu mengerti apa yang Minwoo katakan padamu?” Tanya Raebin.

“Ya, aku mengerti.” Jawabnya. Tetapi Raebin tidak percaya begitu saja. Youngmin mulai menunjukan gerakan yang dimaksud Minwoo. “Ini kan maksudmu?” Minwoo menyela, “Ani.” Lalu Minwoo menunjukan gerakan yang dimaksud. “Apa kamu tidak ingat gerakan yang diajarkan terakhir kali?”

“Wah wah.. dasar kedua YoungKwang ini..” ejek Raebin

“Anii, aku kira aku hanya perlu melakukan gerakan ini..” kata Youngmin berusaha mencari alasan . Minwoo menatap Youngmin dengan pandangan tidak mengerti maksudnya sama sekali

“Aku benar-benar tidak bisa hidup bersama orang ini..” Youngmin melirik Minwoo sementara Raebin tertawa keras. Minwoo yang merasa disindir bangkit dari duduknya, “Ah~ haruskah aku mencari Kwangmin sekarang?” tanyanya sambil mencari sosok Kwangmin.

“Jo Kwangmin-aah!” teriak Minwoo

Tawa Raebin pecah, dia tidak tahan dengan kelakuan dua orang dari 3 maknae termuda ini. Begitu Minwoo keluar ruangan, Youngmin akhirnya melihat video rehearsalnya lagi. “Ah, bagian ini ya?” tanyanya. “Hmmm aku tidak tahu di mana ini.”

Raebin lagi-lagi tertawa. Sepertinya jika begini terus, bisa-bisa rahangnya copot. “Ah, aku keluar dulu ya. Mau menemui Hweji.” Kata Raebin sambil pamit kepada Youngmin, Donghyun, Hyunseong, dan Jeongmin. “Yep, doakan kami ya!” kata Jeongmin. Raebin mengacungkan jempolnya lalu keluar dari ruang tunggu.

Tak jauh terlihat Hweji tengah bercanda dengan Minwo di bangku. Di sebelah Minwoo terlihat Kwangmin yang sedang asik memainkan PSP miliknya. ‘Aku tebak pasti itu game Pikachu’ kata Raebin dalam hati.

Begitu Hweji melihat Raebin, dia langsung pamit juga dengan Minwoo dan Kwangmin. Lalu Raebin dan Hweji menuju ke tempat penonton.

“Hweji-ah, sebenarnya kamu membeli apa sih? Sampai-sampai kamu pulang terlambat tadi.” Kata Raebin sambil melirik tas kado yang dipegang oleh Hweji.

Hweji tersenyum seraya melihat ke bungkusan kadonya, “Ini buat dia, kamu tahu kan?”

Raebin menaikan alis, “Siapa?”

Hweji berkata dengan suara pelan, “Kwangmin..”

Raebin menganga tidak percaya, “Daebak! Kamu sudah jatuh cinta dengannya!”

Alis Hweji berkerut, “Ya! Jangan menggunakan kata ‘jatuh cinta’ dong. Aku jadi merasa tua..padahal masuk SMA saja belum.”

“Ah ya ya. Apapun itu lah. Tapi aku masih tidak percaya kamu beneran menyukainya. Kupikir kamu menyukai Minwoo..” begitu Hweji mendengar itu dia langsung tertawa keras. “Hahahaha aduh.. Raebin-ah. Aku dan Minwoo itu hanya teman dekat. Dia itu orangnya sangat mengasyikan. Aku merasa nyaman di dekatnya..”

“Nah! Itu! Bukankah justru kalau kamu merasa nyaman dengan Minwoo itu berarti kamu menyukainya? Padahal kalau dengan Kwangmin saja kamu terbilang sangat canggung. Ah, bukan. Sepertinya kalian berdua memang sangat canggung.”

Hweji mendesah, “Justru itu. Di hadapan para member lain aku bisa bersikap santai, tapi entah mengapa di hadapannya aku merasa canggung. Kupikir mungkin itu artinya aku tidak ingin terlihat bodoh saat bersamanya. Makanya aku menjaga imej..”

Mata Raebin membulat, “Imej? Seorang Cho Hweji menjaga image-nya di hadapan seorang cowok? Wuahh~ itu bisa dijadikan headline news di kalangan trainee!” Raebin bertepuk tangan. Hweji mencibir sambil memukul bahu Raebin pelan. “Ya! Aku kan juga perempuan! Bukankah wajar?” Hweji mengerucutkan bibirnya kesal. Raebin tertawa “Aku cuma bercanda.. tapi sepertinya kamu benar. Perasaan canggung dengan lawan jenis juga lama-kelamaan akan berubah menjadi perasaan lain yaitu suka..”

Seketika bibir Hweji tertarik ke atas lagi, tersenyum lebar. “Makanya sekarang aku menyiapkan hadiah ini.. semoga nanti dia bisa bicara banyak denganku..” Raebin manggut-manggut.

“Eh, tapi kau tidak menyiapkan sesuatu?” Tanya Hweji. Raebin menatap Hweji bingung

“Menyiapkan apa?” tanyanya

Hweji memutar matanya, “Hadiah untuk Youngmin, babo!” tetapi Raebin justru mengerutkan keningnya, “Hadiah apa? Ulang tahunnya kan sudah lewat, Hweji-ah..”

“Aiyaa~ maksudku hadiah atas debut mereka hari ini! Jangan bilang kamu tidak menyiapkannya?” Raebin menggelengkan kepalanya pelan. “Aniyo. Memangnya harus ya?” tanyanya polos. Hweji sampai harus mengelus dada berkali-kali agar tahan menghadapi perempuan  di hadapannya ini. “Jelas lah, bukankah kalian pacaran?!” Hweji meninggikan suaranya.

“Ah.. pacaran kan tidak harus setiap saat memberi hadiah, kalau begitu terus bisa-bisa uang bulananku yang dikirim unnie-ku habis..” jawab Raebin santai. “Tapii~ini kan hari bersejarah bagi dia dan member Boyfriend lainnya!” Hweji semakin gemas dengan perilaku sahabatnya ini.

Raebin mencedak, “Ini urusanku kenapa kamu yang ngotot sih, Hweji-ah?” tanyanya sarkatis. “Aigoo~ kenapa sekarang nada bicaramu jadi sinis begitu? Kemana Raebin yang polos dulu?” Hweji menepuk-nepuk pipi Raebin. “Ya! Jangan menepuk pipiku!” Raebin menepis tangan Hweji

“Memangnya siapa yang mengajarimu jadi seperti ini?” Hweji kerap meluncurkan pertanyaan kepada Raebin. “Kamu!” tukas Raebin. Hweji kaget lalu menunjuk dirinya sendiri, “Aku?” tanyanya tidak percaya.

“Ya, terlalu lama bersama orang yang selalu melakukan sesuatu tanpa berfikir membuatku ikut terpengaruh..” Hweji memukul kepala Raebin, “Ya! Aku tidak separah itu!” Raebin meringis kesakitan, “Appo! Kenapa pukulanmu selalu keras sih..”

Hweji memeletkan lidahnya ke arah Raebin, “Rasakan. Mehrong!”

“KYAAA!! BOYFRIEND!!” suara teriakan fans—yang kebanyakan perempuan—terdengar begitu keenam cowok maju di atas panggung. Walaupun baru debut, tetapi Boyfriend sudah mempunyai lumayan banyak fans. Hweji dan Raebin yang sebelumnya masih terlibat pertengkaran konyol mereka spontan langsung fokus ke atas panggung.

Boyfriend hari ini akan menampilkan dua lagu, ‘Let’s Get It Started’ dan ‘Boyfriend’. Semua fans berteriak karena penampilan perdana Boyfriend sangat memukau, tetapi tidak bagi Hweji dan Raebin.

Raebin menepuk pundah Hweji, “Hweji-ah.. kalau aku tidak salah lihat waktu Intro..Kwangmin..” Hweji mengangguk.

“Ya.. aku juga melihatnya, kira-kira bagaimana perasaannya? Setelah melihat Youngmin menangis dulu, aku jadi menyimpulkan bahwa Jo Twins memang sangat sensitif.” Raebin yang mendengar nama ‘Youngmin’ langsung mengibas-ngibaskan tangannya, “Hweji..jangan membahas itu lagi.” Hweji mengangguk kecil.

Boyfriend selesai melakukan debutnya. Begitu mereka menuju ruang ganti, Raebin menarik lengan Hweji agar mengikutinya. “Hweji-ah, ayo kita masuk ke sana lagi.” Ajak Raebin. “Eh? Buat apa?” Tanya Hweji

“Perasaanku nggak enak..” kata Raebin. Lalu begitu mereka sampai di depan ruang tunggu, pintunya terbuka lebar. Terlihat kameramen dari M!Pick sedang menshooting situasi yang aneh diantara Minwoo, Kwangmin, dan Youngmin. Raebin dan Hweji pada akhirnya tidak berani masuk. Mereka hanya mengamati dari luar pintu

“Rae-ah, sepertinya mereka membahas tentang keterlambatannya Kwangmin di Intro,” kata Hweji. “Ya, seperti yang sudah kuduga.” Jawab Raebin

“Rae-ah! Kwangmin menangis!” Hweji mengguncang-guncangkan tubuh Raebin. Raebin merusaha melepaskan cengkraman Hweji. “Ya! Jangan mencekikku! Aku tidak bisa nafas!” protes Raebin. “Ah, maaf. Tapi Kwangmin menangis Rae-ah.. aku rasa dia pasti sangat sedih melakukan kesalahan di hari debutnya..” Hweji memandang Kwangmin lekat.

“Ya sudah, kamu hibur saja dia.” Usul Raebin. Hweji mendelik ke arahnya. “Kamu kira gampang? Bisa mengobrol dengan santai saja aku sudah sangat bersyukur!”

“Ah, terserah kamu saja. Tapi bukankah kamu mau menyerahkan hadiah itu kepada Kwangmin?” Raebin berusaha meraih bungkusan kado yang sedari tadi terus dipegang oleh Hweji. Tetapi Hweji langsung menghindar. “Jangan coba-coba untuk melihat.” Katanya sambil memeletkan lidahnya

“Berhenti memeletkan lidahmu seperti itu! Kamu pikir itu lucu?” protes Raebin.

Dan pertengkaran kembali dimulai. Sepertinya mereka lupa akan situasi di dalam ruang tunggu.

Karena asyik dengan pertengkaran mereka, Raebin dan Hweji sampai tidak sadar kalau para member Boyfriend sudah keluar dari ruang tunggu. “Hweji? Raebin? Kalian sedang apa di luar?” Minwoo yang pertama menghampiri mereka. Hweji langsung bersembunyi di belakang Minwoo.

“Minwoo-ya! Raebin menjahiliku terus dari tadi nih~” kata Hweji sambil menujuk–nunjuk Raebin kesal.

“Ya!Ya!Ya! Kenapa sekarang sifatmu jadi manja seperti ini?” Raebin berusaha mendekat ke arah Hweji tetapi tidak bisa karena Hweji terus menempel di punggung Minwoo.

“Kau juga! Kenapa sifatmu jadi evil seperti itu?” balas Hweji. Ketika Raebin ingin menarik lengan Hweji, Minwoo menahannya.

“Kalian berdua, berhenti!” ucap Minwoo keras. “Jangan libatkan aku ke dalam pertengkaran konyol kalian dong..” kali ini Hweji melepaskan pegangannya di punggung Minwoo. Raebin juga menarik tangannya kembali.

“Maaf..” kata Raebin dan Hweji bersamaan. Minwoo bukannya melanjutkan amarahnya tetapi justru tertawa. “Kalian memang benar-benar sahabat ya.” Katanya

Youngmin dan Kwangmin lalu ikut menghampiri mereka. “Rae-ah..” panggil Youngmin. Raebin menoleh ke arahnya, “Ya?”

“Bagaimana penampilanku tadi?” Tanya Youngmin antusias

Raebin terdiam sejenak. Sebenarnya sewaktu Boyfriend perform dia tidak benar-benar memperhatikan setelah melihat Kwangmin yang melakukan kesalahan di awal lagu Intro.

Youngmin bertanya lagi—karena Raebin masih saja diam—seolah mengerti reaksi Raebin, “Kau tidak memperhatikan?”

Dengan ragu-ragu Raebin menganggukan kepalanya. Lalu nyengir lebar. Youngmin mendesah pelan, “Aah~padahal ini debut kami lho..”

Raebin nyengir lagi, “Mianhae mianhae. Untuk debutmu di acara musik selanjutnya pasti akan kuperhatikan deh. Atau perlu aku merekam penampilan kalian sambil berteriak ‘Youngminnie oppaa saranghae~!’ ?” Raebin menirukan gerakan yang biasa dilakukan oleh fans mereka. Minwoo dan Kwangmin tertawa keras.

“Raebin-ah, ulangi sekali lagi gerakan tadi! Aku ingin mengabadikannya.” Kwangmin berniat untuk merekan dengan ponselnya.

“Rae-ah, kupikir lebih baik kamu tidak usah memperhatikanku saja..” Youngmin begidik ngeri melihat tingkah Raebin yang menurutnya ‘so not her style’.

“Yaa! Jahat! Semuanya!” Raebin berteriak kesal

Tiba-tiba Donghyun, Jeongmin dan Hyunseong menghampiri 5 orang yang sedang berkumpul itu. “Annyeong, sepertinya kalian asyik sekali ya.” Kata Donghyun.

“Cishh~apanya yang asik.” Lagi-lagi Raebin dan Hweji menuturkan kalimat yang sama persis.

Donghyun berbicara lagi, “Raebin, Hweji, kalian mau ikut makan malam bersama kami tidak?”

Raebin menaikan sebelah alisnya, “Dalam rangka merayakan debut-kah?” Donghyun mengangguk. Mata Hweji langsung berbinar-binar. “Tidak merepotkan kan oppa?” Tanya Hweji—yang justru lebih cocok disebut pernyataan.

Donghyun terkekeh, “Tentu saja tidak. Kalian berdua sudah kuanggap dongsaengku sendiri. Jadi ayo kita pergi.”

“Ne~!” jawab Hweji antusias. Tetapi Raebin justru terlihat gelisah, “Bagaimana kalau ketahuan?” tanyanya lagi

Jeongmin yang mendengar itu langsung merangkul Raebin, “Aigoo~Raebin-ah, kenapa kamu terus berfikiran seperti itu? Tidak mungkin ketahuan, karena kita semua akan menyamar!” kata Jeongmin sambil melirik ke arah member Boyfriend lainnya. Yang memasang wajah terkejut adalah 3 maknae paling muda. Sementara 2 member lainnya merasa biasa saja—karena itu yang mereka bertiga bicarakan bersama Jeongmin sewaktu 3 maknae sedang mengobrol dengan Hweji dan Raebin

“Menyamar? Memangnya kita tidak makan malam bersama para staff dan manager hyung?” Tanya Minwoo

“Buat apa kita menyamar hyung?” kali ini Jo twins menanyakan hal yang sama secara bersamaan

Donghyun menjawab satu-satu, “Ne, aku sudah meminta para staff dan manager supaya kita bisa makan malam sendiri. Dan kita diijinkan asal melakukan penyamaran. Katanya sih latihan kalau seandainya kita benar-benar sudah dikenal luas oleh masyarakat.” Semua maknae mengangguk-angguk mengerti.

“Ayo kita berangkat sekarang, Raebin-ah, jangan khawatir!” Jeongmin menepuk bahu Raebin pelan sambil tersenyum. Raebin mengangguk lalu mereka beranjak menuju mini bus

“Mini bus? Nggak salah nih? Kita kan bukan Super Junior sunbae yang membernya banyak.” Tanya Hyunseong.

Donghyun tersenyum lebar, “Aku berhasil membujuk manager kita untuk meminjamkan mini bus ini sehari saja. mumpung ini hari debut kita.” Dan seketika semua member Boyfriend bertepuk tangan sambil bersorak.

“Donghyun hyung for the best!” Minwoo mengacungkan jempolnya yang dibalas cengiran Donghyun

Di dalam mini bus, para member Boyfriend ribut mencari perlengkapan penyamaran yang sudah disediakan.

“Youngmin-ah, kamu harus memakai hoodie agar warna rambutmu tertutupi, dan juga pakai kacamata hitam ini.” Jeongmin menyerahkan hoodie dan kacatamata hitam besar kepada Youngmin. Youngmin menerimanya dengan ragu-ragu, “Hyung, bagaimana kalau aku terlihat seperti tuna netra?” katanya khawatir. Saat itu tawa seluruh member berserta Raebin dan Hweji pecah.

“Bagus, Youngmin-ah! Bagaimana kalau kau sekalian membawa tongkat?” Minwoo menimpali. Youngmin langsung memukul kepalanya pelan.

Pada akhirnya Youngmin tetap memakai apa yang disarankan Jeongmin (tanpa membawa tongkat tentu saja), sedangkan member Boyfriend yang lain hanya memakai kacamata hitam dan topi

Begitu sampai di sebuah restoran kecil, para member langsung memesan berbagai makanan. Raebin dan Hweji Cuma bisa bengong melihat mereka makan dengan lahap. Kecuali Donghyun dan Hyunseong.

“Oppa kenapa makan cuma sedikit?” Tanya Hweji di sela-sela makannya. Sementara 4 member lain sudah makan 2-3 porsi. Donghyun dan Hyunseong justru baru makan 1 porsi

“Oppa nggak sakit kan?” kali ini giliran Raebin yang bertanya.

“Ah, aniya. Kami memang disuruh untuk tidak makan terlalu banyak oleh presdir. Tetapi keempat bocah itu justru disuruh untuk makan banyak.” Donghyun melihat ke arah ‘empat bocah’ yang dimaksud. Seakan menyadari, Jeongmin menoleh ke arah Donghyun, “Haeyo Hung(Waeyo Hyung)?” tanyanya dengan mulut penuh kimbab. Donghyun menggeleng pelan, “Ani, lanjutkan makanmu.” Katanya

Raebin melanjutkan makannya lalu tanpa sengaja melihat Hweji yang lagi-lagi memandangi Kwangmin. Raebin mendesah pelan, “Hwe-ah..” bisiknya. Hweji menoleh, “Wae?”

“Cepatlah beri hadiahmu kepadanya. Mumpung kita masih di restoran ini.”

Hweji terdiam sesaat, “Aku tahu. Tapi nggak bisa kalau ada banyak orang..”

Sebuah ide terlintas di pikiran Raebin, dia langsung membisikan sesuatu kepada Donghyun yang berada di sebelahnya. Donghyun tersenyum dan mengangguk. “Oke.” Katanya.

Setelah semuanya selesai makan, Donghyun memanggil Kwangmin. “Ada apa hyung?” semua member sudah berada di mini bus—dan di dalam mini bus Raebin akan menjelaskan rencananya kepada seluruh member

“Bisa tolong belikan aku sesuatu? Ada di dekat restoran sini.” Kata Donghyun langsung. Kwangmin mengerutkan kening, “Kenapa harus aku, hyung? Bukankah biasanya Minwoo yang disuruh?” tanyanya

“Sekali kali aku ingin ganti orang. Dan kebetulan kan kamu maknae termuda setelah Minwoo Ayolah, dongsaeng. Hyung-mu ini sudah meminta baik-baik lho. Tenang saja, kamu tidak akan kutinggal ke dorm kok.” Akhirnya Kwangmin pergi membeli barang yang dipesan oleh Donghyun.

Sementara di dalam mobil, seluruh member yang melihat Kwangmin sudah pergi langsung mendesak Hweji.

“Hweji-ah. Ayo sekarang saatnya! Dia sudah sendirian lho..” bujuk Minwoo.

“Aku nggak yakin…” kata Hweji.

“Hwe-ah! Ayolah cepat kasih hadiahnya, kami kan sudah membantumu.” Kata Youngmin, “Tenang saja. adikku itu tidak sependiam yang kamu kira.” Lanjutnya.

Akhirnya Hweji keluar dari mini bus dan mulai menyusul Kwangmin.

“K-Kwang—aishh..” Hweji mengacak-acak rambutnya sendiri. Sekarang dia berada pada jarak 5 meter di belakang Kwangmin. Dan tampaknya Kwangmin juga belum sadar kalau dia diikuti.

Hweji menepuk pipinya sendiri, “Cho Hweji. Tenang. Aku tahu kamu pasti bisa. Hwaiting!” Hweji mengucapkan kata ‘hwaiting’ dengan suara keras, sehinggak membuat Kwangmin menolehkan kepalanya ke belakang. “Hweji?” katanya sedikit kaget

Wajah Hweji memerah, dengan malu-malu dia menghampiri Kwangmin.

“Kenapa kamu ada di sini? Kau tidak masuk ke dalam mini bus?”

Hweji menundukan kepalanya, seluruh kalimat yang dia persiapkan sama sekali tidak ada yang diingatnya.

“Hweji? Kau kenapa?” Tanya Kwangmin

Akhirnya dengan membulatkan tekad, Hweji membuka mulutnys, “Kwangminnie..” ucapnya

“Ya?”

Dengan wajah masih tertunduk, Hweji menyerahkan bungkusan yang dipegangnya. “Ini..” katanya dengan suara yang lebih menyerupai bisikan

Kwangmin mengambil bungkusan itu, alisnya terangkat sebelah, matanya memandang bungkusan itu dan Hweji berulang kali. “Apa ini?”

Hweji mengangkat kepalanya, “Itu hadiah..”

“Oh, arraseo. Pasti buat Minwoo kan?” mendengar itu Hweji mengerutkan kening, “Kenapa jadi Minwoo?”

“Bukannya kamu menyukai Minwoo?”

Pertanyaan itu bagai pukulan bagi Hweji. Ya ampun, jadi selama ini Kwangmin mengira dia menyukai Minwoo? Oke, Hweji mengerti kalau dia memang sangat dekat dengan Minwoo, tetapi bukan berarti dia menyukainya!

“A-aniya! Itu buat kamu!” sanggah Hweji cepat. Mata Kwangmin membesar

Jinjjayo? Kau tidak bercanda?”

‘Aishhh~aku gemaas padanya!!’ batin Hweji

“Satu, ya, aku tidak sedang bercanda—hadiah itu memang untukmu. Dua, aku sama sekali tidak menyukai Minwoo—yang aku sukai itu..” kalimat Hweji terhenti sampai di situ.

“Siapa?”

Hweji gelisah, lalu akhirnya dia mengucapkan kalimat yang ditahannya sejak pertama kali bertemu dengan Kwangmin dua bulan lalu, “Kamu..” Hweji kembali menundukan kepalanya.

Kwangmin terdiam. Berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Hweji barusan, lalu dia menghela nafas panjang. “Aigo..aku kira apa..” Kwangmin mengangkat kepala Hweji lalu tangan kirinya merogoh saku celananya.

“Ini untukmu. Sebenarnya aku sudah ingin menyerahkan ini saat hari ulang tahunmu minggu lalu. Tetapi melihat raut wajahmu yang senang sewaktu Minwoo memberimu hadiah, kuurungkan niatku.” Hweji melihat benda yang dipegang oleh Kwangmin.

Itu adalah gelang pasangan.

“Er.. ini pertama kalinya aku mengatakan ini, tetapi.. saranghae.” Hweji tidak bisa berkata apapun. Dia dipasangkan gelang itu oleh Kwangmin. Lalu Kwangmin memasukan kembali gelang satunya ke dalam saku.

“Kenapa tidak kamu pakai?” Tanya Hweji

Kwangmin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Nanti hyung bisa tahu..”

Hweji terkekeh, “Justru semuanya sudah mengetahuinya. Sebenarnya kamu disuruh membeli barang itu hanya bagian dari rencana saja. ini semua rencananya Raebin.”

Mata Kwangmin melebar, “Serius?! Aish, aku dikerjai!” Hweji terkekeh pelan melihat reaksi polos dari Kwangmin.

Kwangmin melihat bungkusan dari Hweji olehnya, “Boleh kubuka?” Hweji mengangguk

Begitu Kwangmin melihat isi hadiahnya, dia langsung terlonjak senang. “Aigoo~ ini kan video game Pikachu yang terbaru! Daebak, aku belum pernah memainkannya!” dalam sekejab mata Kwangmin berbinar-binar.

Kwangmin memeluk Hweji erat dan mencium keningnya sekilas. Mata Hweji membulat, “Omona! Apa yang kamu lakukan?!” muka Hweji spontan memerah, dia tidak menyangka seorang Kwangmin yang dikiranya pendiam bisa berubah menjadi seperti orang lain hanya karena Pikachu.

‘Tenang saja. adikku itu tidak sependiam yang kamu kira’ kalimat Youngmin terlintas di pikiran Hweji. Dalam hati dia membenarkan ucapan Youngmin

“Ya, dan semua itu karena Pikachu.” Hweji terkekeh pelan

THE END

Advertisements

One thought on “[Oneshot] PikaChu~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s